Dapat Predikat Summa Cum Laude, Kompol Gandhi Raih Doktor Ke-425 di UIN RIL
BANYUWULU.COM- BANDAR LAMPUNG – Kompol Sugandhi Satria Nugraha, S.I.P., M.H., resmi memaparkan hasil penelitian Disertasinya dalam sidang terbuka Program Doktoral di gedung Auditorium Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Senin (11/05/2026). Penelitian tersebut mengangkat judul strategis mengenai Pemberdayaan Pengelola BUMDes melalui pelatihan digital dalam pengembangan desa wisata di Kabupaten Lampung Timur.
Sidang tersebut dihadiri oleh dewan penguji terkemuka, di antaranya Prof. Dr. H.Wan Jamaluddin Z,M.Ag.,Ph.D., selaku Ketua Sidang, serta Prof. Dr. Hj. Rini Setiawati, M. Sos. I sebagai Sekretaris, Prof. Dr.Hj.Heni Noviarita,M.Si.(penguji I), Prof.Dr.H.M.Bahri Ghazali,MA.(penguji II), Dr.M.Mawardi J,M.Si.(penguji III), Prof. Dr. Fitri Yanti,MA. (penguji IV), dan Prof.Dr.Hj.Erina Pane.M.Hum.(penguji V), yang pakar di bidang Pemberdayaan Masyarakat Islam.
*Soroti Kesenjangan Literasi Digital di Desa*
Dalam Disertasinya, Kompol Gandhi menyoroti tantangan nyata yang dihadapi pengelola BUMDes di Kecamatan Labuhan Maringgai, khususnya di Desa Karya Makmur dan Desa Muara Gading Mas. Meski memiliki potensi wisata seperti Pantai Kerang Mas dan Pantai Mutiara Baru, optimalisasi promosi masih terbentur rendahnya literasi digital pengelola.
“Digitalisasi bukan sekadar alat teknis, melainkan instrumen penting dalam pembangunan ekonomi desa. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi membuat potensi wisata tersebut belum dikenal secara luas dan konsisten,” ungkapnya di hadapan dewan penguji.
*Temuan “Model Integratif” Sebagai Solusi*
Penelitian ini menghasilkan temuan signifikan berupa efektivitas pelatihan digital yang terstruktur, mulai dari tahap identifikasi kebutuhan hingga evaluasi berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan pengelola dalam memproduksi konten kreatif, manajemen media sosial, hingga penerapan strategi digital marketing yang lebih terarah.
Dampak positifnya mulai dirasakan dengan meluasnya jangkauan promosi hingga ke luar daerah dan meningkatnya pendapatan BUMDes serta pelaku usaha lokal seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.
*Kebaruan (Novelty): Menggabungkan Teknologi dan Agama*
Yang menjadi pembeda utama dalam Disertasi ini adalah perumusan “Model Pemberdayaan melalui Pelatihan Digital Integratif Berbasis Kearifan Lokal dan Nilai-Nilai Agama”. Kompol Gandhi menegaskan bahwa transformasi digital di pedesaan tidak boleh menghilangkan identitas lokal.
“Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi paradigma pemberdayaan. Kami mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai agama sebagai landasan etis dan spiritual. Pengelola BUMDes bukan hanya menjadi teknisi digital, tetapi juga agen perubahan yang bermoral dan berakar pada budaya masyarakat setempat,” jelas mantan Wakapolres Pesawaran tersebut.
*Harapan Untuk Kesejahteraan Masyarakat*
Sebagai penutup, Kompol Gandhi berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan aplikatif bagi pemerintah daerah dan institusi terkait dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia pedesaan secara humanis dan partisipatif.
Sidang berjalan dengan khidmat dan mendapat apresiasi positif dari dewan penguji atas kontribusi teoritis maupun praktis yang diberikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan.
” Selamat kepada Dr. Sugandhi Satria Nugraha atas pencapaian akademis tertinggi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,85 dengan predikat summa cum laude
