3 Agustus 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Sisihkan 2.500 Desa di Lampung, Karang Pucung Wakili Provinsi pada Lomba Desa Tingkat Nasional Berkat Inovasi Desa Digital dan Pengelolaan Sampah

3 min read

BANYUWULU.COM- LAMSEL, Way Sulan – Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berhasil menyisihkan sekitar 2.500 desa di Provinsi Lampung, Desa Karang Pucung dipercaya menjadi wakil Provinsi Lampung pada ajang Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2026.

 

Prestasi tersebut diraih berkat berbagai inovasi yang berhasil dikembangkan desa, mulai dari pasar desa berbasis digital (e-commerce) untuk memperluas pemasaran produk UMKM hingga pengelolaan sampah menjadi pupuk organik cair dan kompos yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

 

Saat ini, Desa Karang Pucung tengah menjalani tahapan penilaian administrasi oleh Kementerian Dalam Negeri sebelum ditetapkan lima desa terbaik tingkat nasional.

 

Dukungan terhadap persiapan penilaian nasional itu turut diberikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, saat menghadiri kegiatan pembinaan kader PKK dan pemerintah desa di Kantor Desa Karang Pucung, Senin (3/8/2026).

 

Zita menyampaikan apresiasi atas capaian Desa Karang Pucung yang mampu membawa nama Lampung Selatan dan Provinsi Lampung ke tingkat nasional.

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi apabila didukung semangat gotong royong, kolaborasi, serta kerja keras seluruh masyarakat.

 

“Saya senang sekali bisa berkunjung ke Desa Karang Pucung. Saya bersama Mas Bupati sangat bangga karena Karang Pucung mampu mewakili Provinsi Lampung di tingkat nasional,” ujar Zita.Selain memberikan motivasi menghadapi penilaian nasional, Zita juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat peran dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, PKK memiliki posisi strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencegah anak putus sekolah sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Lampung Selatan.

 

“Kita punya ibu-ibu PKK yang hebat. Mari kita bergerak bersama, satu komando, untuk menurunkan angka stunting dan putus sekolah. Ini adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada generasi penerus Lampung Selatan,” kata Zita.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, Erdiyansyah, mengatakan keberhasilan Desa Karang Pucung menembus tingkat nasional merupakan hasil kerja keras seluruh elemen masyarakat desa dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Menurut Erdiyansyah, inovasi menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian Lomba Desa Tingkat Nasional. Selain mengembangkan desa e-commerce untuk memperkuat pemasaran produk UMKM, Desa Karang Pucung juga sukses mengolah sampah menjadi pupuk organik cair dan kompos yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

 

“Desa Karang Pucung berhasil mewakili Provinsi Lampung pada Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2026 setelah menyisihkan sekitar 2.500 desa di Provinsi Lampung. Saat ini sedang menjalani tahapan penilaian administrasi oleh Kementerian Dalam Negeri sebelum diumumkan lima besar tingkat nasional,” ujar Erdiyansyah.

 

Kegiatan pembinaan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Rheny Apriyani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lampung Selatan Ratna Yanuana, jajaran perangkat daerah terkait, Camat Way Sulan, Kepala Desa Karang Pucung, kader PKK desa, serta masyarakat setempat.

 

Melalui pembinaan tersebut, Zita Anjani berharap Desa Karang Pucung mampu memberikan hasil terbaik pada ajang Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2026.

 

 

Lebih jauh, berbagai inovasi yang telah dikembangkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Lampung Selatan untuk terus berinovasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan kualitas pelayanan menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Nsy-Kmf)

Tinggalkan Balasan