11 Agustus 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

LATANSA 2026: Saat Perempuan PKS Lampung Menguatkan Barisan, Meneguhkan Pengabdian

2 min read

BANYUWULU.COM- BANDAR LAMPUNG, 9 Agustus 2026 — Ada kekuatan yang tidak lahir dari gemerlap panggung, melainkan dari kesediaan untuk terus belajar, saling menguatkan, dan berjalan dalam satu tujuan. Semangat itulah yang mengemuka dalam Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) yang mempertemukan kader perempuan PKS dari seluruh wilayah Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang diketuai Yesi Andriyani ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas perempuan agar semakin siap mengambil peran dan menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

 

Ketua DPW PKS Lampung Ade Itami Ibnu menegaskan bahwa kekuatan utama sebuah organisasi bukan semata-mata terletak pada struktur, jabatan, ataupun banyaknya orang yang berhimpun, tetapi pada kokohnya nilai yang menjadi pijakan bersama. “Kita punya modal dasar perjuangan yang harus terus dipupuk dan dikokohkan. Kita adalah prajurit-prajurit yang berhimpun karena fikrah, bukan prajurit-prajurit kepentingan duniawi. Fikrah Islam bukan hanya dibawa, tetapi harus mengakar dalam kehidupan kita, menjadi kebiasaan dan budaya,” tegasnya.

 

Menurut Ade, organisasi yang solid merupakan modal dasar untuk menjalankan setiap amanah dengan sebaik-baiknya. Karena itu, apa pun posisi yang diemban, setiap kader perlu menghadirkan kontribusi terbaik berdasarkan pemahaman terhadap tujuan dan cara mencapainya. Berbagai agenda yang diselenggarakan, lanjutnya, bukan sekadar rangkaian kegiatan, melainkan bagian dari proses membangun budaya organisasi yang kokoh, disiplin, dan saling menguatkan. “Kita memahami tujuan dan cara mencapainya. Karena itu, setiap agenda harus menjadi bagian dari proses membentuk kesolidan dan menghadirkan amal yang dikerjakan bersama,” ujarnya.

 

Ade juga mengingatkan bahwa keberagaman karakter dan latar belakang kader merupakan kenyataan yang harus dikelola menjadi kekuatan melalui amal jamai dan ukhuwah. “Kita ini beragam karakter dan latar belakang. Maka mari terus menjaga kerukunan dan ukhuwah. Kita saling melengkapi, bukan saling meniadakan. Karena ketika kita mampu berjalan bersama, perbedaan justru menjadi kekuatan,” pesannya. Semangat tersebut menjadi penting bagi kader perempuan yang memiliki ruang kontribusi luas, baik dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun berbagai aktivitas kemasyarakatan.

 

LATANSA 2026 akhirnya bukan sekadar forum berkumpulnya perempuan PKS dari seluruh Lampung, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali makna berhimpun, menguatkan kapasitas, merawat ukhuwah, dan memperluas kebermanfaatan. Dari perjumpaan tersebut, para kader diharapkan pulang bukan hanya membawa pengalaman dan semangat baru, tetapi juga membawa tekad untuk menerjemahkan nilai yang diyakini menjadi kerja nyata. Sebab, pada akhirnya, kekuatan perempuan bukan hanya ketika ia mampu berdiri teguh, tetapi ketika keteguhannya mampu menguatkan keluarga, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan