Ojk dan Pemprov Lampung Dorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Desa Melalui Siger Taruna Preneur
2 min read
Oplus_131072
BANYUWULU.COM- BANDAR LAMPUNG, 3 September 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung, Karang Taruna Provinsi Lampung, PT BPD Lampung, dan PT Bursa Efek Indonesia meluncurkan Program Siger Taruna Preneur sebagai upaya kolaboratif untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan serta mendorong tumbuhnya wirausaha muda di perdesaan.
Melalui momentum ini, Karang Taruna menegaskan komitmennya untuk tidak lagi sekadar menjadi wadah kegiatan sosial kemasyarakatan. Di bawah kepemimpinan Wahrul Fauzi Silalahi, S.H., M.H., peran Karang Taruna diperluas sebagai salah satu penggerak pemberdayaan ekonomi generasi muda desa, tanpa meninggalkan fungsi sosial kemasyarakatan yang selama ini telah dijalankan. Organisasi ini siap mengambil peran aktif sebagai agent of change sekaligus jembatan edukasi keuangan dalam mendukung program prioritas Gubernur Lampung, “DesaKu Maju”. Karang Taruna akan hadir mengedukasi masyarakat pekon mengenai perencanaan keuangan, pengelolaan modal, hingga kewaspadaan terhadap ancaman investasi ilegal, pinjaman online ilegal dan judi online.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari OJK Provinsi Lampung. “Siger Taruna Preneur tidak berhenti pada kegiatan literasi keuangan. Program ini dirancang sebagai sebuah journey pemberdayaan yang menghubungkan pemuda desa dengan peningkatan kapasitas usaha, akses keuangan formal, pendampingan, dan akses pasar. Tujuan akhirnya adalah melahirkan wirausaha muda desa yang produktif, bankable, dan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di desanya,” kata Otto Fitriandy Kepala OJK Provinsi Lampung.
Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) terintegrasi rekening BPD Lampung oleh Ibu Indra Merviana selaku Direktur Utama BPD Lampung, pembukaan rekening efek sebagai bagian dari pengenalan investasi yang legal dan bertanggung jawab sekaligus penguatan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menghindari aktivitas keuangan ilegal dan judi online oleh Hendi Prayogi selaku Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Lampung, serta penyerahan database calon entrepreneur di 6 desa pilot project di 3 Kabupaten yaitu Lampung Selatan, Pesawaran dan Lampung Tengah oleh Ketua Karang taruna Provinsi Lampung, menandai dimulainya Fase 1 (Literasi & Awareness). Program ini ditargetkan terus melaju secara berkelanjutan hingga tahun 2028 melalui tahapan literasi dan peningkatan kapasitas, pengembangan usaha, perluasan akses pembiayaan, hingga penguatan akses pasar sesuai dengan tingkat kesiapan masing-masing usaha.
Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan ini. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Lampung, menegaskan bahwa Siger Taruna Preneur sangat selaras dengan misi daerah dalam menciptakan perekonomian yang inklusifdan inovatif. Pemprov Lampung mendorong anak-anak muda desa untuk berani menciptakan nilai tambah pada komoditas lokal, seperti mengolah dan memberi merek pada produk kopi, kakao, maupun singkong, sehingga manfaat ekonominya berputar di desa.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah juga mendorong OPD terkait, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra industri untuk memperkuat sinergi dan mengawal keberlanjutan program ini agar dapat mencetak ribuan wirausaha muda yang mandiri dan berdaya saing. Siger Taruna Preneur menjadi bagian dari upaya mengisi program DesaKu Maju melalui penguatan pilar pemberdayaan pemuda, dengan Karang Taruna sebagai simpul penggerak kewirausahaan di tingkat desa.
