4 September 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Mendes PDT: Koperasi Merah Putih dan BUMDes Punya Peran Berbeda, Saling Menguatkan

2 min read

BANYUWULU.COM- BANDAR LAMPUNG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), H. Yandri Susanto, memastikan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak dimaksudkan untuk menggantikan ataupun tumpang tindih dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Penegasan tersebut disampaikan Yandri seusai membuka Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berlangsung di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Yandri menjelaskan, Koperasi Merah Putih dan BUMDes memiliki karakteristik yang berbeda, khususnya dalam hal kepemilikan maupun mekanisme pengelolaannya.

Koperasi Desa Merah Putih merupakan koperasi yang kepemilikannya berada langsung di tangan seluruh masyarakat desa. Keuntungan yang dihasilkan akan dikembalikan untuk kepentingan warga, dengan sebesar 20 persen dialokasikan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sedangkan BUMDes merupakan badan usaha yang dimiliki oleh desa dan dikelola secara profesional melalui pengelola tersendiri. Hasil usaha BUMDes selanjutnya dimanfaatkan untuk kepentingan umum dan kemajuan desa.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa BUMDes tetap berjalan. Keduanya memiliki porsi dan peran masing-masing dalam membangkitkan ekonomi,” kata Yandri.

Dalam pelaksanaannya, BUMDes diarahkan untuk mengembangkan berbagai program usaha berdasarkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa. Pengembangan tersebut dapat berupa desa tematik, seperti peternakan ayam, budidaya ikan lele, maupun pengembangan sektor pariwisata desa.

Sementara itu, Koperasi Merah Putih memiliki peran dalam memperkuat mata rantai pemasaran sekaligus membantu menyalurkan berbagai produk yang dihasilkan melalui unit usaha BUMDes.

“Satu sebagai unit produksi dan satu lagi mengurus pemasaran—keduanya saling menguatkan, bukan bersaing,” tegas Yandri.

Ia pun meminta para kepala desa serta pengelola BUMDes di Provinsi Lampung tidak perlu merasa khawatir dengan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Yandri, keberadaan kedua lembaga tersebut justru dapat disinergikan sehingga masing-masing menjalankan fungsi sesuai porsinya. Dengan kolaborasi tersebut, potensi ekonomi desa diharapkan semakin berkembang dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yandri menegaskan, sinergi antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya kemandirian serta penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.(**)

Tinggalkan Balasan