9 September 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Di Tengah Abu Vulkanik, Mereka Tetap Berjualan: Gema Keadilan dan PKS Muda Lampung Turun Jaga Nafas UMKM

2 min read

BANYUWULU.COM- Bandar Lampung, 8 September 2026 — Di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik, sejumlah pedagang kaki lima, pemilik warung, dan pelaku usaha mikro di sepanjang Jalan Z.A. Pagar Alam, Bandar Lampung, tetap membuka usaha mereka. Bagi mereka, berhenti berjualan bukan perkara sederhana. Ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi dan penghasilan harian yang tidak bisa begitu saja berhenti. Melihat kondisi tersebut, Gema Keadilan Lampung bersama PKS Muda Lampung turun langsung menyapa para pelaku UMKM melalui aksi **“Jaga Nafas, Jaga Nafkah”** dengan membagikan masker sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan saat tetap beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang ideal.

 

Aksi yang berlangsung di kawasan sekitar seberang Kampus IIB Darmajaya dan Universitas Bandar Lampung (UBL) itu tidak sekadar menjadi kegiatan pembagian masker. Tim turun langsung menemui pedagang, berbincang, mendengarkan kondisi mereka, serta memberikan dukungan agar para pelaku usaha tetap dapat menjalankan aktivitas dengan lebih memperhatikan kesehatan. Kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berada pada posisi sulit: kebutuhan mencari nafkah tetap berjalan, sementara kondisi lingkungan menuntut kewaspadaan lebih.

 

Ketua Gema Keadilan Lampung, **Julhaidir**, mengatakan bahwa tidak semua masyarakat memiliki pilihan yang sama ketika menghadapi situasi seperti ini. “Ada pedagang kecil dan pelaku UMKM yang tetap harus membuka usaha karena ada keluarga dan kebutuhan yang harus terus diperjuangkan. Ketika mereka menjaga nafkah, kita ingin ikut menjaga nafas mereka. Maskernya mungkin sederhana, tetapi kepedulian kita kepada perjuangan mereka tidak boleh sederhana,” ujar Julhaidir. Menurutnya, UMKM bukan sekadar penerima bantuan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang setiap hari menjaga denyut ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

 

Hal senada disampaikan **Ketua Bidang Pemuda DPW PKS Lampung, Achmad Rochfi’i**, yang menegaskan bahwa anak muda perlu hadir ketika masyarakat membutuhkan, bukan hanya berbicara tentang kepedulian. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Kami ingin memastikan teman-teman UMKM tetap sehat dan produktif. Masker ini bentuk kepedulian sederhana dari kami,” kata Achmad. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen PKS Muda Lampung untuk terus siap siaga dan membersamai masyarakat melalui aksi sosial yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

 

Para pedagang yang ditemui menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kondisi segera membaik, udara kembali aman, aktivitas masyarakat kembali normal, serta pembeli kembali ramai. Harapan yang sederhana itu menunjukkan bahwa bagi pelaku usaha kecil, kesehatan dan keberlangsungan usaha merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Mereka tetap bekerja bukan berarti mengabaikan keadaan, tetapi karena kehidupan keluarga tetap harus berjalan.

 

Melalui gerakan **“Jaga Nafas, Jaga Nafkah”**, Gema Keadilan Lampung dan PKS Muda Lampung ingin menunjukkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari langkah sederhana namun nyata. Sebuah masker mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi kehadiran, sapaan, dan perhatian dapat menjadi pesan bahwa masyarakat tidak menghadapi situasi sulit sendirian. **Ketika mereka berjuang menjaga nafkah, kita ikut menjaga nafas.**

Tinggalkan Balasan