7 Juli 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Kuliah Bukan Sekadar Cari Ijazah, CDP UBL 2026 Ajak Mahasiswa Baru Menjawab: “Siapa Saya Sebenarnya?”

2 min read

BANYUWULU.COM- BANDAR LAMPUNG — Universitas Bandar Lampung (UBL) menghadirkan pendekatan berbeda dalam menyambut mahasiswa baru melalui Career Discovery Program (CDP) UBL 2026. Setelah resmi dibuka oleh Rektor UBL, program ini mulai memasuki sesi pembelajaran yang tidak hanya mengenalkan kehidupan kampus, tetapi juga mengajak mahasiswa baru memahami diri sebelum menentukan arah masa depan.

 

Bertempat di Kampus A UBL, Senin (6/7/2026), mahasiswa baru mengikuti sesi bertajuk “Who Am I & Self-Awareness”. Melalui sesi ini, mahasiswa diajak menjawab pertanyaan mendasar: siapa saya sebenarnya?

 

Pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk mengenali potensi, kekuatan, kelemahan, pengalaman, nilai hidup, serta impian yang ingin mereka bangun selama menjalani masa kuliah. CDP UBL 2026 dirancang agar mahasiswa tidak sekadar masuk kampus, mengikuti perkuliahan, dan mengejar IPK, tetapi juga memiliki kesadaran diri dalam merancang perjalanan akademik dan kariernya.

 

Bagi Ovellya Griselda, mahasiswi baru Program Studi Ilmu Komunikasi UBL asal SMA Xaverius Bandar Lampung, sesi CDP memberi pengalaman berbeda dari bayangannya tentang kegiatan awal mahasiswa baru. “Saya jadi sadar bahwa kuliah bukan hanya soal masuk kelas dan mengejar IPK. Dari sesi ini saya belajar mengenali kekuatan, kelemahan, dan hal-hal yang ingin saya kembangkan selama menjadi mahasiswa UBL. Saya merasa lebih percaya diri untuk memulai perjalanan kuliah,” ujar Ovellya.

 

Materi CDP menekankan bahwa self-awareness atau kesadaran diri merupakan kemampuan untuk melihat diri secara lebih sadar dan jujur. Mahasiswa diajak mengenali apa yang mereka lakukan, memahami apa yang mereka pikirkan, membaca apa yang mereka rasakan, serta menghubungkannya dengan tujuan masa depan.

 

Dalam sesi tersebut, self-awareness ditegaskan bukan sebagai proses berpikir berlebihan, melainkan sebagai cara memahami diri agar mahasiswa mampu mengambil keputusan hidup, akademik, dan karier dengan lebih sadar.

 

Hal serupa dirasakan Raihan Al Faqi, mahasiswa baru Program Studi Teknik Sipil UBL asal SMA Kebangsaan. Menurutnya, CDP UBL 2026 menghadirkan pendekatan yang tidak biasa karena mahasiswa tidak langsung diarahkan untuk berbicara tentang profesi, tetapi diajak memahami diri terlebih dahulu.

 

“Biasanya mahasiswa baru langsung ditanya mau jadi apa setelah lulus. Tapi di CDP ini kami diajak mundur selangkah: mengenali diri dulu. Saya jadi berpikir tentang impian saya, kebiasaan saya, dan apa yang harus saya perbaiki mulai sekarang,” ungkap Raihan.

 

Sepanjang sesi, mahasiswa mengikuti sejumlah aktivitas reflektif dan interaktif, mulai dari 3 Things About Me, Identity Iceberg, Self Map, Wheel of Life, hingga penyusunan Personal Reflection Journal. Aktivitas tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa menggali hal yang disukai, hal yang dibanggakan, impian terbesar, nilai hidup, pengalaman yang membentuk diri, serta area kehidupan yang perlu dikembangkan.

 

Melalui CDP UBL 2026, UBL ingin membangun kesadaran bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh pilihan program studi, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa mengenali dirinya sendiri, mengembangkan potensi, dan mengambil langkah yang tepat sejak awal kuliah.

 

Karena itu, CDP UBL 2026 menjadi lebih dari sekadar program pengenalan kampus. Program ini menjadi langkah strategis UBL dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya siap kuliah, tetapi juga siap memahami diri, merancang masa depan, dan berkembang sesuai potensi terbaiknya.

Tinggalkan Balasan