2 November 2026

Banyuwulu.com – KoPI

Kerja Keras Berfikir Cerdas

BI Optimistis Inflasi Lampung Tetap Terkendali hingga Akhir 2026

2 min read

BANDAR LAMPUNG – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Oktober 2026 mengalami inflasi sebesar 0,54% (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 0,14% (mtm). Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat 3,83% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,23% (yoy).

 

Penyebab Utama Inflasi: Kenaikan Harga Pangan.

Inflasi Oktober 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Komoditas cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan cabai rawit masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,22% (mtm), 0,07% (mtm), 0,04% (mtm), 0,04% (mtm), dan 0,04% (mtm). Kenaikan harga aneka cabai dan bawang merah dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan akibat berakhirnya periode panen serta menurunnya produktivitas pasca panen musim kemarau. Di samping itu, kenaikan harga beras didorong penurunan pasokan padi gabah yang turut diperberat oleh meningkatnya intensitas fenomena El Niño.

 

Namun Tekanan Pangan Mulai Mereda

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga pada Oktober 2026. Komoditas terong, daging ayam ras, minyak goreng, dan jagung masing-masing mengalami deflasi sebesar -0,03% (mtm), -0,02% (mtm), -0,02% (mtm), dan -0,01% (mtm). Penurunan harga terong sejalan dengan meningkatnya pasokan panen raya, sedangkan penurunan harga daging ayam didukung oleh tersedianya stok yang cukup memadai. Harga minyak goreng juga tercatat turun dan andil menahan tekanan inflasi bulan ini, sehingga inflasi inti terjaga di level 0,02% (mtm).

 

Proyeksi: Inflasi Tetap Terjaga Namun Risiko Meningkat.

KPw BI Provinsi Lampung memproyeksikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1% (yoy) hingga akhir tahun 2026. Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai:

 

– Tingginya volatilitas harga pangan akibat El Niño yang masih berdampak hingga awal 2027

– Kenaikan harga pangan global dan gangguan rantai pasok

– Kenaikan harga energi dan LPG internasional

– Gangguan cuaca yang dapat menghambat distribusi pangan

 

Strategi 4K Bank Indonesia Jaga Stabilitas Harga

Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K:

 

1. Keterjangkauan Harga

— Mengoptimalkan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan memperkuat pemantauan harga pangan melalui SPHP, SPH, dan SP2KP.

 

2. Ketersediaan Pasokan

— Memaksimalkan Toko Inflasi di Kota Metro dan Bandar Lampung; memperkuat produksi hortikultura; mendukung pembukaan lahan tanam baru serta pasca panen dan pengolahan hasil tani.

3. Kelancaran Distribusi

— Memperkuat kolaborasi lintas daerah antar kabupaten/kota; menyiapkan benih dan replikasi budidaya bawang merah; serta memaksimalkan Fasilitas Distribusi Pangan.

 

4. Komunikasi Efektif

— Memperkuat integrasi data harga dan pangan; memperluas implementasi Sistem Peramalan Dini (EWS) di 6 kabupaten/kota mencakup 110 petani lahan seluas 55,42 hektare; serta meningkatkan edukasi publik mengenai inflasi dan produktivitas pangan. (*)

Tinggalkan Balasan