DWP Lampung Selatan Bagikan Masker Gratis, Edukasi Warga Perkuat Perlindungan dari Abu Vulkanik Anak Krakatau
2 min read
BANYUWULU.COM- LAMSEL, Kalianda – Pembagian masker oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan kepada masyarakat tidak sekadar menjadi aksi kepedulian di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mendorong masyarakat lebih waspada dan meningkatkan perlindungan diri dari paparan abu vulkanik.
Pesan itu disampaikan Ketua DWP Kabupaten Lampung Selatan, Ratna Yanuana Supriyanto, saat memimpin pembagian masker gratis kepada masyarakat di kawasan Tugu Adipura, perempatan lampu merah Radin Intan, dan Pasar Inpres, Kecamatan Kalianda, Senin (7/9/2026).
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir, Ratna mengingatkan pentingnya menjadikan perlindungan diri sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
“Yang paling penting masyarakat tidak panik. Gunakan masker, kacamata, jaga kesehatan, dan ikuti setiap imbauan pemerintah,” ujar Ratna.
Menurut Ratna, kehadiran DWP di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk ikut membantu sekaligus menyampaikan pesan-pesan perlindungan yang dapat dilakukan secara sederhana.
“Kami ingin DWP hadir dan ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat. Di tengah kondisi seperti ini, hal kecil yang kita lakukan bersama mudah-mudahan dapat memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,” katanya.
Karena itu, pembagian masker tidak hanya diarahkan kepada warga yang melintas, tetapi juga disertai pengingat agar masyarakat memahami pentingnya mengurangi risiko paparan abu vulkanik. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diimbau membatasi aktivitas di luar rumah dan tetap berada di dalam ruangan.
Ratna juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan perlindungan tambahan, seperti kacamata, ketika harus beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mengurangi dampak paparan abu vulkanik.Selain perlindungan fisik, Ratna menilai ketenangan dan ketepatan informasi juga penting dalam menghadapi situasi erupsi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.
“Jangan mudah percaya atau mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama dari media sosial,” katanya.
Ia mengajak masyarakat memastikan setiap informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau berasal dari pemerintah maupun instansi berwenang. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan berdasarkan kondisi dan arahan yang benar, bukan karena kepanikan akibat informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Imbauan tersebut sejalan dengan pesan Bupati Lampung Selatan yang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker dan kacamata, menjaga kesehatan, serta membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.
Ratna menegaskan, perlindungan masyarakat dalam situasi erupsi membutuhkan kesadaran bersama. Karena itu, selain memastikan ketersediaan perlindungan dasar seperti masker, edukasi mengenai perilaku aman dan disiplin mengikuti informasi resmi menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi paparan abu vulkanik.
“Tidak perlu panik dan tidak perlu keluar rumah jika tidak ada keperluan. Tetap tenang, lindungi diri, dan ikuti arahan pemerintah,” kata Ratna. (Kmf-lmhr)
