Festival Seni Budaya Bekasi Pererat Silaturahmi dan Dongkrak UMKM
BANYUWULU.COM- Bekasi — Sejumlah peraturan daerah menjadi landasan dalam penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya yang melibatkan berbagai komunitas, termasuk tradisi Tabligh Akbar dan Lebaran Bekasi 2026, yang berkembang di Kota Bekasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bertujuan mempererat hubungan antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Bekasi.
Kepala Bidang Budaya Kota Bekasi, Drs. Maja Yusirwan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi antara warga dan pemerintah.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara warga dengan pemerintah. Harapannya, terjalin persaudaraan, keakraban, serta ikatan yang kuat antara komunitas dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Tahun ini merupakan pelaksanaan edisi kedua dan diharapkan dapat terus berkembang di masa mendatang.
“Kami mengajak masyarakat untuk datang menyaksikan, menikmati hiburan sekaligus mendapatkan edukasi. Ini bagian dari upaya pemerintah memberikan ruang kebersamaan dan mempererat hubungan dengan warga,” katanya.
Terkait anggaran, pihaknya tidak merinci besaran dana yang digunakan. Namun, dipastikan kegiatan tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Untuk anggaran, kami tidak bisa menyampaikan secara detail. Yang jelas, kegiatan ini didanai dari APBD,” ucapnya.
Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi.
“Kami bekerja sama dengan asosiasi UMKM Kota Bekasi dan menyediakan ruang bagi mereka untuk berjualan, mulai dari kuliner hingga produk lainnya. Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup tinggi dan berdampak pada peningkatan transaksi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan nilai tambah bagi produk lokal agar lebih dikenal dan diminati masyarakat.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut memanfaatkan ruang publik yang telah disediakan pemerintah, seperti Plaza Patriot Chandrabhaga, sebagai tempat masyarakat berekspresi. Berbagai penampilan turut meramaikan acara, mulai dari tari, musik, hingga peragaan busana.
“Kami ingin ruang publik ini dimanfaatkan secara maksimal. Semua kami berikan ruang agar masyarakat bisa berekspresi,” katanya.
Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa dengan konsep dan tema yang berbeda setiap tahunnya.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar menjadi agenda yang dinantikan masyarakat dan terus berkembang setiap tahun,” pungkasnya. (*/Regina)
