2 Juni 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Gelar Reses, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Suryo Cahyono, S.H Serap dan Jembatani Aspirasi Masyarakat

BANYUWULU.COM- Pringsewu, 30 April 2026 – Di tengah sorotan publik terhadap urgensi pembenahan daerah, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Suryo Cahyono, S.H., menggelar Reses di Kelurahan Margodadi, Kecamatan Ambarawa. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang temu sapa, melainkan menjadi panggung bagi rakyat untuk menumpahkan keresahan.

 

Dalam pemaparannya yang lugas, Suryo Cahyono menyoroti kondisi wajah Pringsewu, khususnya di Margodadi yang masih dibayangi kerusakan jalan cukup parah. Ia menegaskan bahwa infrastruktur adalah nadi ekonomi. Jika nadi itu tersumbat, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut terhambat. Selain itu, Suryo menerima masukan masyarakat yang termuat dalam tiga poin aspirasi.

 

“Banyak masukan dari masyarakat khususnya berkaitan dengan tiga poin. Pertama adalah kaitannya dengan pendidikan, kedua kaitannya dengan kesehatan, dan ketiga kaitannya dengan infrastruktur. Yang banyak menjadi keluhan adalah pertama poin BPJS terutama yang PBI. Masyarakat banyak mengeluhkan berkaitan dengan PBI yang banyak mati mendadak,” tegas Suryo.

 

Suryo juga menegaskan bahwa aspirasi ini harus dikawal bersama agar pemerintah dapat melihat ke bawah, khususnya masyarakat kecil. “Bagaimana supaya masyarakat berkaitan, khususnya kesehatan yang kurang mampu itu dilayani oleh negara karena negara hadir untuk melayani masyarakat. Yang kedua, berkaitan infrastruktur, betapa banyaknya sekali lagi keluhan, apalagi di Dapil saya, Ambarawa Padasuka. Yang terakhir itu informasi berkaitan jembatan, perempatan di Pekon Margodadi.,” ungkap Suryo.

 

Selain itu, Suryo mengungkapkan bahwa aspirasi masyarakat dikawal hingga tercapai keputusan untuk memperbaiki jalan di tahun 2023. Akan tetapi, aspirasi tersebut hilang bak ditelan bumi. “Dan berulang-ulang berkaitan dengan infrastruktur, misalnya jalan Margodadi sampai dengan Tanjung Anom yang sudah puluhan tahun memang saya perhatikan. Memang dulu sudah saya usahakan di tahun 2023, lalu keluar. Keluarlah Inpres Nomor 1 tahun 2025, hilang. Dan ini sekali lagi kami mohon bantuan baik rekan-rekan mitra senior saya dan supaya memang sekali lagi kita selalu berpikir dan berbuat ke masyarakat. Saya terus terang mohon maaf karena begitu banyaknya masukan dan perhatian dari masyarakat berkaitan keluhan yang secara umum. Dan berkaitan dengan infrastruktur ini memang butuh perhatian khusus dari pemerintah kabupaten, khususnya Kabupaten Pringsewu,” tambah Suryo.

 

Secara langsung, masyarakat menyampaikan aspirasi kepada Suryo. Hal-hal yang disoroti masyarakat sangat mendalam, salah satunya disampaikan oleh Tego Lelono. “Beliau sudah turun, tetapi setiap kali beliau turun, kita reses mengajukan beberapa aspirasi dari segi pendidikan, kesehatan, terutama infrastruktur jalan, terutama jembatan yang ada di Pekon Margodadi tadi, itu sudah parah karena itu akses penting. Mohon itu ditindaklanjuti kepada Bapak Dewan bisa menekan oleh Bapak Eksekutifnya karena itu jalan poros, jalan pokok untuk perekonomian masyarakat kami. Kalau hanya reses-reses turun terus tidak ada penyeimbang dan untuk pembuatan atau aspirasi terlaksana kami pun sangat kecewa sebagai masyarakat dan untuk BPJS pun gitu bagaimana dari pemerintah pusat peraturan itu tolong untuk dijelaskan kepada masyarakat karena masyarakat sekarang itu banyak yang ngeluh tidak tahu, tahu-tahu BPJS-nya itu mati, BPJS-nya tidak berfungsi. Dia mau mengadu kepada siapa? Karena itu aturan-aturan karena aturan itu pasti ada aturan juklak-juklisnya yang masyarakat kami sebagai masyarakat bodoh tidak mengerti aturan yang sebenarnya. Itu aja sih, harapan besar kami untuk pembangunan terutama infrastrukturlah karena itu roda perekonomian kami sebagai masyarakat kalau jalannya itu berlubang jalannya jembatannya ambles itu bagaimana. Mudah-mudahan apa yang jadi keluhan kami sebagai masyarakat bisa terkabar melalui Bapak Dewan, Bapak Suryo Cahyono untuk menyampaikan kepada eksekutifnya.” Tandas Tego dalam sesi wawancara.

 

Tak hanya bicara soal fisik bangunan, politisi yang dikenal vokal ini juga membedah isu krusial lainnya, yaitu sosialisasi mendalam mengenai pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal agar memiliki jaring pengaman sosial. Keadilan hukum berupa komitmen bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu melalui kolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pejuang Keadilan. Suryo menekankan bahwa hukum harus tegak berdiri melindungi mereka yang lemah, bukan hanya mereka yang berkuasa.

 

Sejak dimulainya acara, aura semangat sekaligus tuntutan terasa kental. Warga Margodadi dan sekitarnya bergantian menyampaikan aspirasi secara jujur. Fokus utama mereka tetap satu perbaikan jalan. Warga menyatakan kekecewaan terhadap janji-janji yang kerap menguap setelah masa kampanye usai. Mereka menuntut agar hasil reses ini benar-benar dikawal hingga ke meja eksekutif dan diwujudkan bukan sekadar dokumen laporan.

Tinggalkan Balasan