12 Agustus 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Pesawaran Jadi Satu-satunya Kantong Malaria di Sumatera, ILS dan Dinkes Komitmen Percepat Eliminasi

2 min read

BANYUWULU.COM- PESAWARAN – Inisiatif Lampung Sehat (ILS) menggelar pertemuan silaturahmi dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran pada Rabu, 12 Agustus 2026.

 

Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. Sinergi ini berfokus pada percepatan program penanggulangan dan eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) serta Malaria di wilayah Bumi Andan Jejama.

 

Perkuat Komitmen Penanggulangan Penyakit

Rombongan pengurus ILS hadir dipimpin langsung oleh Direktur ILS Sudiyanto, S.Sos. Turut mendampingi Direktur Eksekutif Meiwan Fathoni, Bendahara Teo Rendra, serta Ketua ILS Pesawaran Maulana Fajrin.

 

Kehadiran jajaran pengurus ILS ini disambut hangat oleh plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr. Imelda Carolia, M.Kes. Ia didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Chris.

Direktur ILS, Sudiyanto, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah krusial untuk menyelaraskan program kerja ILS dengan kebijakan pemerintah daerah.

 

“Kami berkomitmen penuh mendukung Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menekan angka kasus TBC dan Malaria melalui penguatan kader di lapangan dan edukasi masif ke masyarakat,” ujarnya.

 

Soroti Tantangan Berat Eliminasi Malaria

 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran, dr. Imelda Carolia, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan peran aktif ILS. Namun, ia juga menggarisbawahi tantangan besar yang saat ini sedang dihadapi oleh Kabupaten Pesawaran terkait penuntasan kasus Malaria.

 

“Kasus Malaria di Provinsi Lampung, bahkan di Pulau Sumatra, tinggal Kabupaten Pesawaran yang belum mencapai status eliminasi. Saat ini, jumlah kasus di wilayah kita masih tergolong banyak,” ungkap dr. Imelda terbuka.

 

Oleh karena itu, dr. Imelda menegaskan bahwa sektor kesehatan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang jauh lebih agresif agar target eliminasi dapat segera terwujud.

 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari lembaga swadaya masyarakat seperti ILS sangat kami butuhkan, terutama dalam menemukan kasus secara dini di masyarakat dan mengawal pengobatan pasien hingga sembuh total,” tambah dr. Imelda.

 

Langkah Taktis di Lapangan

Kabid P2 Dinkes Pesawaran, Chris, menambahkan bahwa koordinasi teknis pascapertemuan ini akan langsung diimplementasikan. Fokus utama mencakup pemetaan wilayah rawan Malaria serta pelacakan kontak erat (contact tracing) untuk pasien TBC secara lebih agresif.

 

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan intensitas gerakan bersama di lapangan. Langkah ini diharapkan mampu melepas status Pesawaran sebagai kantong Malaria dan mewujudkan daerah yang bebas dari ancaman TBC.

Tinggalkan Balasan