19 September 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

The First Baby Moon Digelar, Calon Orang Tua Diajak Persiapkan Diri Menjadi Orang Tua

5 min read

BANYUWULU.COM- JAKARTA — Menantikan kelahiran buah hati menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan setiap pasangan. Selain mempersiapkan berbagai kebutuhan bayi, calon orang tua juga perlu mempersiapkan diri secara mental dan pengetahuan untuk menjalani peran baru sebagai ayah dan ibu.

 

Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan The First Baby Moon yang digelar di Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan konsep baby moon yang tidak hanya memberikan kesempatan kepada pasangan untuk menikmati waktu berkualitas bersama sebelum kelahiran buah hati, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi calon orang tua.

Baby moon selama ini dikenal sebagai momen bagi pasangan untuk meluangkan waktu bersama sebelum memasuki fase baru dalam kehidupan keluarga. Di tengah kesibukan mempersiapkan kelahiran bayi, pasangan dapat menikmati waktu bersama, menciptakan kenangan, sekaligus mengabadikan perjalanan kehamilan.

Namun, melalui The First Baby Moon, konsep tersebut dikembangkan dengan memasukkan unsur edukasi mengenai kesiapan menjadi orang tua. Para peserta tidak hanya diajak menikmati rangkaian kegiatan bersama pasangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat membantu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan setelah bayi lahir.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 pasangan atau kurang lebih 200 peserta. Antusiasme peserta terlihat sejak proses pendaftaran dibuka. Tiket kegiatan disebut langsung habis dalam waktu kurang dari satu hari.

Aulia Rizki Wijayanto selaku Manager mengatakan, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan semakin besarnya ketertarikan calon orang tua untuk membekali diri dengan pengetahuan sebelum menyambut kelahiran anak.

“Antusiasmenya luar biasa, tiket yang kami buka langsung habis dalam waktu kurang dari satu hari. Ini menunjukkan orang tua sekarang semakin tertarik memperkaya ilmu dan mempersiapkan diri sebelum anak lahir,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, The First Baby Moon dirancang untuk menghadirkan pengalaman baby moon yang lebih bermakna. Jika pada umumnya baby moon identik dengan aktivitas pasangan untuk menikmati waktu bersama sebelum kelahiran, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi calon orang tua untuk belajar dan memahami peran baru yang akan mereka jalani.

“Acara The First Baby Moon digelar untuk menghadirkan konsep babymoon yang tidak hanya menjadi momen pasangan menikmati waktu bersama sebelum kelahiran anak, tetapi juga menjadi sarana belajar dan mempersiapkan diri menjadi orang tua,” kata Aulia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sejumlah rangkaian acara yang berkaitan dengan konsep baby moon. Aktivitas yang disiapkan mencakup kegiatan kebersamaan pasangan serta berbagai momen untuk mengabadikan perjalanan kehamilan.

Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pasangan untuk sejenak mengurangi kesibukan dan menikmati masa kehamilan bersama. Bagi calon orang tua, masa sebelum kelahiran anak dinilai menjadi waktu yang penting untuk membangun komunikasi, memperkuat kesiapan pasangan, serta menyusun berbagai persiapan untuk menyambut anggota keluarga baru.

Selain menghadirkan pengalaman bagi pasangan, kegiatan ini juga membawa pesan bahwa persiapan menjadi orang tua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan fisik bayi. Pengetahuan mengenai pengasuhan dan perkembangan anak juga menjadi bagian penting yang perlu dipersiapkan sejak masa kehamilan.

CEO Fluffy, Ferry Mulyadi, mengatakan edukasi bagi orang tua memiliki peran penting dalam membangun pemahaman mengenai tumbuh kembang dan perilaku anak. Menurutnya, orang tua membutuhkan pendampingan dan pengetahuan agar dapat menghadapi berbagai kondisi yang muncul dalam proses pengasuhan.

“Ketika orang tua mendapatkan edukasi, mereka akan lebih memahami anak, lebih sabar, dan tahu bagaimana menghadapi berbagai kondisi, misalnya ketika anak rewel atau dalam menghadapi penggunaan gadget. Jadi, sejak bayi hingga anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa, orang tua perlu dipandu dan dipersiapkan,” ujar Ferry Mulyadi, CEO Fluffy.

Pesan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penyelenggaraan kegiatan. Menjadi orang tua merupakan proses panjang yang berlangsung sejak anak lahir hingga tumbuh dan berkembang. Karena itu, pembekalan kepada orang tua dinilai tidak hanya dibutuhkan ketika anak masih bayi, tetapi juga pada berbagai tahapan perkembangan berikutnya.

Dalam konteks tersebut, edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan pengasuhan. Orang tua dihadapkan pada berbagai kebutuhan dan tantangan yang berbeda seiring pertumbuhan anak. Mulai dari memahami kebutuhan bayi, menghadapi perubahan perilaku anak, membangun komunikasi, hingga mendampingi anak ketika mulai mengenal teknologi dan menggunakan gadget.

The First Baby Moon mencoba menghadirkan perspektif bahwa masa kehamilan dapat menjadi waktu untuk mulai mempersiapkan berbagai hal tersebut. Selain mempersiapkan perlengkapan bayi dan kebutuhan persalinan, calon orang tua juga dapat mulai memperkaya wawasan mengenai pola pengasuhan dan membangun kesiapan sebagai sebuah keluarga.

Kegiatan yang berlangsung di Grand Mercure Jakarta Kemayoran tersebut juga menjadi ruang bagi para pasangan untuk bertemu dengan calon orang tua lainnya. Dengan konsep yang menggabungkan kebersamaan, pengalaman baby moon, dan edukasi, peserta dapat menikmati masa kehamilan dalam suasana yang berbeda.

Bagi pasangan yang sedang menanti kelahiran anak pertama, fase tersebut dapat menjadi periode penuh antusiasme sekaligus pertanyaan. Perubahan rutinitas, tanggung jawab baru, serta kebutuhan bayi setelah lahir merupakan hal-hal yang perlu dipersiapkan secara bertahap.

Karena itu, kegiatan seperti The First Baby Moon tidak hanya menempatkan kehamilan sebagai sebuah fase yang perlu dirayakan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempersiapkan pasangan menghadapi kehidupan setelah kelahiran anak.

Ke depan, Fluffy berencana menghadirkan lebih banyak kegiatan edukatif bagi orang tua di berbagai kota di Indonesia. Pengembangan kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan edukasi seputar pengasuhan serta kebutuhan keluarga.

Selain kegiatan edukatif, Fluffy juga menyampaikan rencana untuk terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memahami kebutuhan orang tua yang terus berkembang seiring perubahan pola kehidupan keluarga dan tantangan pengasuhan anak.

Ferry menilai, kebutuhan orang tua terhadap edukasi tidak berhenti pada satu tahap usia anak. Pendampingan dan pengetahuan diperlukan secara berkelanjutan agar orang tua dapat menyesuaikan pendekatan pengasuhan dengan perkembangan anak.

Dengan demikian, The First Baby Moon menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan pentingnya kesiapan orang tua sejak masa kehamilan. Momen baby moon tidak hanya dimaknai sebagai kesempatan untuk berlibur atau menghabiskan waktu bersama pasangan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kesiapan menghadapi peran baru.

Melalui kegiatan tersebut, pasangan calon orang tua diajak menikmati perjalanan kehamilan sekaligus mulai mempersiapkan diri secara lebih menyeluruh. Sebab, kelahiran seorang anak bukan hanya menghadirkan anggota keluarga baru, tetapi juga membawa perubahan besar dalam kehidupan pasangan yang sebelumnya hanya menjalani peran sebagai suami dan istri.

Dengan menggabungkan unsur kebersamaan, pengalaman, dan edukasi, The First Baby Moon diharapkan dapat menjadi ruang bagi calon orang tua untuk merayakan masa kehamilan sekaligus menambah bekal sebelum menyambut kelahiran buah hati.

Antusiasme 100 pasangan yang mengikuti kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa persiapan menjadi orang tua semakin mendapat perhatian. Bagi calon ayah dan ibu, mempersiapkan kelahiran anak bukan hanya soal menunggu hari persalinan, tetapi juga mempersiapkan pengetahuan, komunikasi, kesiapan diri, dan komitmen untuk mendampingi anak dalam setiap tahap pertumbuhannya.(*/Regina)

Tinggalkan Balasan