20 April 2026

Banyuwulu.com – KoPI

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Warga Soroti Kualitas Box Culvert Jembatan Pendem Lamsel, Dinas PUPR Buka Suara

BANYUWULU.COM- LAMPUNG SELATAN – Proyek pembangunan Jembatan Pendem (Box Culvert) di Jalan RA Basyid, perbatasan Desa Karangsari dan Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, disorot warga dan awak media.selain akibat proses pekerjaan kontruksi yang sedang berlangsung yang menimbulkan kemacetan di jalan raya, kualitas beton box Culvert yang terlihat retak pun tak lepas menjadi sorotan.

 

Akibat tak ada plang informasi terkait Pekerjaan proyek tersebut tentu banyak menimbulkan pertanyaan publik. Ada yang bilang kemungkinan proyek tersebut menggunakan skema anggaran tanggap darurat atau Belanja Tidak Terduga (BTT) itu sampai spesifikasi teknis pun dipertanyakan publik.?

 

Dari Pantauan di lokasi, Sabtu (18/4/2026), di temukan sejumlah kejanggalan pada pemasangan struktur utama. Pada Box Culvert yang terpasang beberapa hari lalu,selain terlihat keretakan pada box Culvert juga jarak antar segmen sambungan pun terlihat jarak gap yang terlihat cukup lebar dan menganga atau tidak rapat seperti semestinya

 

“Pemasangannya kelihatan terburu-buru. Baru dipasang sudah retak dan renggang. Kami khawatir kontruksi jembatan ini tidak tahan lama, apalagi ini jalur vital warga dan padat yang di lalui kendaraan ringan maupun berat setiap harinya” ujar salah satu warga Karangsari yang enggan disebut namanya, Senin (20/4/2026).

 

Hingga kini, nilai pagu, nama penyedia jasa, dan konsultan pengawas proyek tersebut belum diketahui. Papan informasi proyek juga tidak ditemukan di sekitar lokasi saat awak media melakukan pengecekan.

 

Berdasarkan peraturan memang tak menyalahi, pengadaan dalam keadaan darurat memang dimungkinkan dengan penunjukan langsung sesuai Perpres No. 16/2018 jo. Perpres 12/2021 Pasal 59 yang bertujuan untuk mempercepat penanganan. Meski begitu, aturan menegaskan kualitas dan pertanggung jawaban pekerjaan tetap wajib memenuhi standar teknis

 

Saat di konfirmasi terkait prihal di atas ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan kepala dinas PU Lamsel Ir.Agnatyus yang akrab di sapa Bang Tyus ini menjelaskan via wa” iya Dinda, terkait kmacetan yang terjadi, mohon maklum karna pekerjaan sedang berjalan dan secara teknis untuk proses rehab pada jalur yang padat memang idealnya untuk efisensi teknis dan waktu pengerjaan yang cepat yaitu dengan menggunakan segmen Box Culvert tersambung”.ujarnya Ir.Agnatyus.

 

Kalo untuk lebih detail, untuk hal yang lebih sepsifik coba nanti di tanyakan ke PPK dan PPTK nya aja ya Dinda, tambahnya.

 

Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat IKAM Lampung, Ruli Hadi Putra,saat dimintai tanggapan prihal viral nyaproyek di atas, dirinya mengatakan, ” kita berharap agar hal hal yang menjadi suara atau catatan dari warga yang di temukan dilapangan agar menjadi catatan dan evaluasi bagi dinas terkait, jadi jangan alergi, biasa saja, ini sudah sesuai arahan dari presiden RI, dan juga sebagai bentuk peran aktif masyarakat dalam mengawal program program pembangunan , sihingga nantinya ini bisa menjadi catatan dan evaluasi bagi dinas PUPR lamsel.

 

“Anggaran darurat digunakan memang tidak menyalahi aturan tetapi juga bukan berarti boleh asal jadi dan tidak wajib di awasi. Apalagi ini konstruksi untuk infrastruktur yang di lalui beban berat, Kalau benar Box Culvert sudah retak sejak awal,harusnya dinas PU dan rekanan tinggal mengganti Box Culvert yang di nilai dapat membahayakan pengguna jalan.harusnya itu yang segera dilakukan konsultan dan pengawas dan diuji hasil mutu betonya.ujar Ruli.

Tinggalkan Balasan