Singkirkan Kampus-Kampus Elite, Mahasiswa UBL Raih Dua Prestasi Nasional di NATION 2026
3 min read
BANYUWULU.COM- BANDAR LAMPUNG – Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali membuktikan daya saingnya di tingkat nasional. Mahasiswa UBL berhasil meraih dua prestasi bergengsi pada ajang National Accounting and Tax Competition (NATION) 2026 yang diselenggarakan Program Studi Akuntansi Perpajakan Politeknik Negeri Lampung bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bengkulu–Lampung.
UBL sukses membawa pulang Juara I Kategori Poster Kreatif Nasional serta Juara III Lomba Cepat Tepat Akuntansi dan Perpajakan, setelah bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi terbaik Indonesia, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Jambi (UNJA), Universitas Widya Katolik Mandala Surabaya, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Prestasi ini semakin membanggakan karena UBL menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Provinsi Lampung yang berhasil lolos ke babak final Lomba Cepat Tepat Akuntansi dan Perpajakan, sekaligus mampu bersaing sejajar dengan kampus-kampus papan atas nasional.
Gelar Juara I Poster Kreatif Nasional diraih Rachmat Dwiky melalui karya edukasi perpajakan yang dinilai komunikatif, inovatif, dan kreatif. Kompetisi yang berlangsung secara daring pada 11–22 Juli 2026 tersebut diikuti 28 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sementara itu, pada cabang Lomba Cepat Tepat Akuntansi dan Perpajakan, Tim Drop Dead UBL yang beranggotakan Muhamad Rafhael Alfazri, Jeane Faustine Earlene, dan Jeane Felice Eileen tampil impresif sejak babak penyisihan. Dengan skor 43,976, tim UBL menempati peringkat kedua nasional dari 27 tim (81 peserta) dan lolos otomatis ke final sebagai salah satu dari enam tim terbaik.
Pada babak penyisihan, Tim Drop Dead UBL berhasil mengungguli delegasi Universitas Indonesia maupun Universitas Gadjah Mada. Di babak final yang digelar 22 Juli 2026, tim UBL kembali menunjukkan performa konsisten hingga meraih Juara III Nasional, sekaligus mengungguli tim dari Universitas Bina Nusantara (Binus), Universitas Sriwijaya, dan Universitas Widya Katolik Mandala Surabaya.
Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., menyatakan capaian tersebut merupakan hasil budaya akademik yang terus dibangun di lingkungan universitas. “Prestasi ini menunjukkan bahwa kualitas mahasiswa tidak ditentukan oleh asal perguruan tingginya, tetapi oleh semangat belajar, disiplin, dan keberanian untuk terus berkompetisi. Mahasiswa UBL telah membuktikan mampu bersaing di tengah kompetisi nasional yang sangat ketat,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, UBL akan terus mendorong mahasiswa mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Ketua Tim Drop Dead UBL, Muhamad Rafhael Alfazri, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari latihan intensif dan kekompakan tim. “Kompetisinya sangat ketat karena diikuti kampus-kampus terbaik di Indonesia. Kami terus memperkuat pemahaman akuntansi dan perpajakan, memperbanyak latihan soal, serta menjaga kekompakan tim hingga akhirnya mampu memberikan hasil terbaik bagi UBL,” katanya.
Sementara itu, Rachmat Dwiky menilai kemenangan pada kategori Poster Kreatif menjadi bukti bahwa media visual memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai perpajakan. “Poster bukan hanya karya visual, tetapi juga media edukasi. Saya ingin menyampaikan pesan perpajakan dengan cara yang mudah dipahami, menarik, dan berdampak. Alhamdulillah, upaya tersebut mendapat apresiasi dari dewan juri,” ujarnya.
Keberhasilan pada NATION 2026 semakin memperkuat posisi UBL sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa berprestasi di tingkat nasional. Lebih dari sekadar meraih trofi, capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UBL memiliki kompetensi akademik, kreativitas, kemampuan analitis, dan daya saing yang mampu berdiri sejajar dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
