Cek Puskesmas hingga Dampak Abu Krakatau, Bupati Egi Pastikan Warga Terlindungi dan Layanan Kesehatan Tetap Siaga
2 min read
BANYUWULU.COM- LAMSEL, Kalianda – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mulai mereda tidak membuat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menurunkan kewaspadaan.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama kembali turun langsung ke kecamatan pada Selasa (8/9/2026) untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sekaligus memantau dampak abu vulkanik terhadap masyarakat.
Kali ini, Bupati Egi meninjau Puskesmas Kalianda dan Puskesmas Rajabasa. Selain melihat langsung pelayanan kepada warga, ia juga memastikan masyarakat mendapat edukasi mengenai risiko paparan abu vulkanik serta membagikan masker sebagai perlindungan.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah terjadinya hujan abu vulkanik. Di Puskesmas Kalianda, tercatat tiga warga datang dengan gangguan saluran pernapasan, di antaranya keluhan batuk.
Meski dampaknya masih terbatas, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Egi meminta Dinas Kesehatan memperkuat pelayanan, termasuk dengan mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Kita harus jemput bola dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat,” ujar Egi.
Ia juga meminta seluruh Puskesmas memastikan ketersediaan masker bagi masyarakat, baik orang dewasa maupun anak-anak.
Pemberian masker, kata Egi, harus disertai edukasi agar masyarakat memahami pentingnya perlindungan diri dari sisa abu vulkanik yang masih berada di lingkungan.
“Kalau ada yang belum menggunakan masker, baik anak-anak maupun orang dewasa, berikan maskernya sekaligus edukasi. Jangan sampai kita lengah karena abu sudah terlihat mereda, sementara sisa abu masih berada di lingkungan,” imbuhnya.Sebagai langkah antisipasi apabila terjadi hujan abu susulan, Pemkab Lampung Selatan juga menyiagakan armada pemadam kebakaran dan mobil tangki milik Dinas Pekerjaan Umum. Armada tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat membersihkan lingkungan dari sisa abu vulkanik.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga diimbau memakai kacamata sebagai perlindungan tambahan ketika harus beraktivitas di luar rumah. Pemerintah juga meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak selama sisa abu vulkanik masih ditemukan di lingkungan.
Di sisi lain, Bupati Egi meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau kondisi jalur evakuasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat.
“Masyarakat yang merasa mengalami gangguan pada saluran pernapasan agar segera datang ke Puskesmas terdekat. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Peninjauan tersebut sekaligus menegaskan bahwa meredanya abu vulkanik bukan berarti kewaspadaan ikut dihentikan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan layanan kesehatan, perlindungan masyarakat, hingga kesiapsiagaan kebencanaan tetap berjalan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin muncul setelah erupsi. (Kmf-lmhr)
